Menu

Pusat IVF

Bayi tabung merupakan proses pembuahan dari sel telur dan sperma yang terjadi diluar tubuh si ibu. Istilah dalam bayi tabung ini adalah in vitro fertilization atau IVF. Dalam proses bayi tabung ini, sel telur yang matang diambil dari dalam indung telur ibu, dan kemudian dibuahi oleh sperma didalam medium suatu cairan.

KLINIK BAYI TABUNG RSU.PRIMA MEDIKA


INFORMASI LEBIH LANJUT TENTANG BAYI TABUNG, TARIF DAN JADWAL KONSULTASI SILAHKAN   MENGHUBUNGI KLINIK BAYI TABUNG RSU. PRIMA MEDIKA :

       Alamat                   : Gedung Bersalin dan Anak, RSU. Prima Medika Jl. Raya Sesetan 10 Denpasar Bali
       No. Telp                 : (0361) 234610
       No. Fax                  : (0361) 257448 
       Email                      :
rspm@indosat.net.id/ rspmmail@gmail.com/ customer_service@primamedika.com
       Jam berkunjung   : setiap hari
       Contact Person    :
                                         - Wulan : 0361-7816919/ 089683939677 / 08970952400
                                         - Asfiah : 081337041869
                                         - Eka      : 081239910626
                                         - Dwi      : 08179783

 



   laboratorium batab  

Proses Bayi Tabung merupakan upaya kehamilan di luar cara alamiah dan dilakukan sesuai dengan UU Kesehatan RI No.36 Th 2009 Bab 7 Pasal 127 Ayat (1a) : Upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan: hasil pembuahan sperma dan telur dr suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana telur berasal


Pemakaian donor sperma, telur dan embrio maupun Ibu Titip (Surrogate mother) dilarang dilakukan di Indonesia.


PROSES KEHAMILAN ALAMIAH

  PROSES BAYI TABUNG

Proses pembuahan terjadi pada saluran telur ibu  

Proses pembuahan dilakukan di laboratorium (In Vitro Fertilization/IVF). Setelah berkembang menjadi embrio kemudian dimasukkan ke dalam rahim ibu dengan harapan berkembang menjadi janin.


ADA 2 JENIS PROSES PEMBUAHAN PADA BAYI TABUNG
 
Suami yang memiliki jumlah sel sperma normal maka pembuahan dilakukan dengan menuangkan sperma yang sudah melalui proses pencucian kedalam cawan media kultur yang berisi sel telur.   Suami yang memiliki jumlah sel sperma sangat sedikit maka pembuahannya dilakukan dengan menyuntikkan sel sperma kedalam sel telur.

 

TAHAPAN DALAM PROSES BAYI TABUNG

1. TAHAP SELEKSI

Pemeriksaan laboratorium : HIV, Hepatitis B & C pada suami istri. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan Darah Lengkap istri dan pemeriksaan Sperma suami. Dari hasil pemeriksaan Sperma tersebut baru bisa ditentukan jenis proses Bayi Tabung yang akan dilakukan (Konvensional atau ICSI). Sebaiknyapemeriksaan ini dilakukan satu minggu sebelum perkiraan siklus haid berikutnya, sehingga calon peserta diharapkan benar-benar yakin untuk melakukan program Bayi Tabung.

2. TAHAP PENGOBATAN

Pada hari ke 3 haid dilakukan pemeriksaan USG Vagina (Trans Vaginal Sonografi/TVS) dan pemeriksaan Laboratorium Hormonal (E2, LH, FSH & Prolactin) untuk menentukan protokol pengabatan dan dosis obat stimulasi telur yang akan diberikan.

Proses Bayi Tabung sangat individualis dan ada beberapa jenis protokol pengobatan, tergantung pada keadaan khusus individu masing-masing. Jenis protokol pengobatan yang digunakan di Klinik Bayi Tabung RS Prima Medika :
1.  Protokol Pendek : dimulai pada hari ke 3 siklus haid
2.  Protokol Panjang : dimulai pada hari ke 22 siklus haid. 

PEMERIKSAAN USG VAGINA :

Untuk mengukurketebalan lapisan bagian dalam rahim dan menghitung Folikel Antral (kantong telur). Pada hari ke 3 haid ketebalan lapisan bagian dalam rahim sekitar 3 mm, diameter Folikel Antral sekitar 2-8 mm dengan jumlah yang bervariasi. Jumlah folikel kurang dari 5 cenderung tidak merespon pengobatan dengan baik dan akan memiliki telur matang terlalu sedikit saat pengambilan.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM HORMONAL (E2, LH, FSH & PROLACTIN) :

E2 : Kadar E2 dapat dipakai untuk memperkirakan kemungkinan keberhasilan kehamilan pada proses Bayi Tabung. Pada hari ke 3 haid kadar normal E2 sekitar 50 pg/mL atau lebih rendah. Kadar E2 diatas 75 pg/ml akan memberi respon yang sangat rendah pada pengobatan. Dalam siklus normal, kadar E2 yang awalnya rendah akan meningkat secara bertahap sampai folikel matang.

FSH : Secara umum kadar FSH 3 - 10 mIU/ml pada hari ke 3 haid menunjukkan kualitas telur yang baik dan angka keberhasilan tinggi, sementara kadar FSH dalam kisaran 12-15 mIU/ml menunjukkan kualitas telur yang lebih rendah dan keberhasilan juga rendah. Kadar FSH lebih dari 20 mIU/ml angka keberhasilan sangat rendah.

LH :Pada hari ke 3 haid, nilai normal LH antara 3 dan 10 mIU/ml. Kadar LH dan kadar FSH kurang lebih sama, Pada Penyakit Ovarium Polikistik (Poly Cystic Ovary/PCO) kadar LH lebih tinggi dari FSH.

Prolaktin : Kadar Prolaktin normal kurang dari 20 ng/ml. Peningkatan Prolaktin dapat mengganggu penebalan lapisan bagian dalam rahim.

PENGOBATAN :

Suntik Stimulasi Telur utk mendptkan telur yg banyak
Diperlukan telur yang banyak karena :
•  Tidak semua telur berhasil dibuahi oleh sperma
•  Tidak semua telur yang berhasil dibuahi akan berkembang dg baik

 
Pada proses alamiah     Pada proses bayi Tabung

Suntik Stimulasi Telur dilakukan dibawah kulit sekitar pusar setiap hari selama ± 8 – 10 hari. Pemantauan dilakukan 3 kali dengan melakukan pemeriksaan hormon E2 dan USG Vagina untuk mengetahui keberhasilan pengobatan.

PEMANTAUAN E2 :

Memantau peningkatan kadar E2 selama pengobatan.
Bila kadar E2 meningkat terlalu tinggi (lebih dari 3000 pg/ml) atau bila kadar E2 tidak mengalami peningkatan pengobatan tidak dilanjutkan (cancel)

Pemantauan USG Vagina :

1. Mengukur ketebalan lapisan bagian dalam rahim :
    Selama pengobatan lapisan bagian dalam rahim akan menebal sekitar 1 mm setiap hari. Lapisan bagian dalam rahim harus mencapai ketebalan 10 sampai 12 mm.

    

2. Menghitung dan mengukur kantong telur :
   Jumlah dan diameter kantong telur menunjukkan keberhasilan pengobatan. Rata-rata kantong telurtumbuh
   sekitar 2 milimeter sehari. Bila telah mencapai sekitar 18 - 20 milimeter diberikan suntikan pecah telur sebelum
   dilakukan pengambilan telur.

   

Pengobatan dinyatakan berhasil bila dari hasil pemantauan hormon E2 dan TVS didapatkan :
  - hormon E2 lebih dari 600 pg/ml (200 - 250/folikel)
  - sel telur matang lebih dari 3 dengan diameter 18 mm
  - ketebalan lapisan dalam rahim lebih dari 10 mm

Setelah pengobatan berhasil diberikan suntikan pematangan telur.

Pengobatan tidak dilanjutkan bila kantong telur tidak berkembang.

3.  TAHAP PENGAMBILAN SEL TELUR

Dilakukan antara 34 -36 jam setelah suntikan pematangan telur. Pengambilan sel telur dilakukan melalui vagina dengan pembiusan umum sehingga harus puasa 6 jam sebelumnya.

  

Sesaat sebelum pengambilan sel telur, suami harus mengeluarkan sperma dengan cara masturbasi di ruangan yang telah disiapkan di klinik. Pada proses masturbasi ini tidak diperbolehkan menggunakan pelicin (sabun atau baby oil) karena dapat menghambat proses pembuahan. Bila tidak ada sel sperma dalam air mani karena ada penyumbatan saluran sperma atau telah di Vasektomi, maka pengambilan sel sperma dilakukan dengan tindakan Percutaneous Epidydimal Sperm Aspiration/PESA yaitu menusukkan jarum kecil ketempat penampungan sperma yang berada di atas buah zakar (testis) menggunakan pembiusan umum. Bila tidak ditemukan sel sperma pada tempat tersebut maka dilakukan pengambilan pada buah zakar menggunakan jarum kecil. Tindakan tersebut dikerjakan oleh Dokter Spesialis Urologi.

PROSES PEMBUAHAN :

 

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Media Sosial