Menu
Deteksi Dini Hipotiroid Kongenital Dapat Mencegah Gangguan Pertumbuhan
22

September

Deteksi Dini Hipotiroid Kongenital Dapat Mencegah Gangguan Pertumbuhan

Hipotiroid kongenital adalah gangguan fungsi kelenjar tiroid sejak lahir, memengaruhi produksi hormon tiroksin yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan otak dan metabolisme tubuh.

Pada kelainan hipotiroid kongenital akan menunjukkan wajah yang khas yaitu wajah yang tampak sembap atau bengkak dengan lidah yang tebal dan besar.

Jika kondisi semakin memburuk, maka bayi dengan hipotiroid kongenital dapat menunjukkan gejala-gejala lain seperti: sering tersedak, kulit dan mata bayi menguning (jaundice), sembelit dan susah makan, perut membengkak, terkadang pusar tampak menonjol, lesu dan otot lemah, rambut kering dan rapuh, sering mengantuk, pertumbuhan lambat, tangisan dengan suara yang serak atau parau, lengan dan tungkai pendek.

Kelainan hipotiroid kongenital apabila tidak dideteksi dan ditangani sejak awal akan menjadi penyebab gangguan tumbuh kembang. Pada anak yang lebih besar gejala hipotiroid kongenital dapat berupa tubuh pendek atau cebol, wajah hipotiroid (muka sembab, bibir tebal, hidung pesek), hambatan intelektual, dan sulit atau terlambat bicara.

Skrining hipotiroid kongenital paling baik dilakukan saat bayi berumur 48-72 jam. Hal ini diperlukan agar dapat dilakukan penanganan segera terhadap bayi dengan hipotiroid kongenital, sehingga tidak mengalami gangguan tumbuh kembang. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital pada bayi diambil dari tumit bayi.

Lakukan Skrining Hipotiroid Kongenital untuk menghindari gangguan tumbuh kembang pada buah hati anda

Prima Medika Hospital memiliki layanan Skrining Hipotiroid Kongenital, biayanya cukup terjangkau hanya Rp.115.000,-
Untuk informasi lebih lanjut hubungi (0361) 263766

#primamedikahospital #skrining #deteksidini #hipotiroidkongenital#skrininghipotiroidkongenital #rsuprimamedika #rspm

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Media Sosial